logotype-wifesearch.eu





MATCHMAKING PART 10 RIFY


Saat itu pula, 2 tetes air mata yang sempat tertahan tadi, sekarang mengaliri kedua pipinya. Alvin hanya terkekeh pelan seraya membusungkan dadanya. Ia dapat dengan mudah membuka pintu rumah yang kebetulan tidak di kunci. Sebelum-sebelumnya ia memang tidak pernah mendengar nama itu bersandingan dengan nama Rio. Mulut Agni menganga seketika. Bergantian Ify mengarahkan pandangan pada dua orang di depannya, yang sedang duduk bersebelahan. Ngikat tali sepatu aja bisanya pas masuk SMA. Tak jauh beda, pemuda itu juga tidak mengetahui dimana Ify. Dan benar apa yang mereka katakan. Ya, ada hikmahnya juga ia ditinggalkan waktu itu.

Video: Matchmaking Adventures Part 1



Show Free Dating Sites

Halo! Kamu adalah pengunjung ke

Ify merasakan nyeri di pergelangan kakinya kembali. Nah, susahnya, kalo lagi sakit, neng gak mau makan. Ia tidak benar-benar mempercayai apa yang ia lihat. Sekarang disuruh milih kado? Lagi-lagi, Ferdi hanya tersenyum dan mengangguk. Jelas, boleh dibilang sudah beberapa kali ia mengulang-ngulang kalimat itu dan beberapa kali pula Ify menjawab dengan kalimat yang sama. Ia lantas mengambil ikat rambut di kantong jeansnya dan membuat rambutnya tercepol tinggi ke atas.

Mengenai Saya

Pergelangan kakinya sampai kini belum juga membaik. Sejak kapan gue ahli ngikat-ngikat segala macam? Ia melengos mendapati anaknya seperti itu. Gue bisa bawa Papa pulang. Meskipun tak ada satupun yang sadar akan hal itu.

Part 1 - The Squads

Saat itu pula, ia mendapati Rio sedang berdiri di depannya, menatapnya cukup serius dengan kedua tangan yang disembunyikan di balik saku celana. Ify memilih diam tanpa berkomentar seraya menarik mie-nya kembali. Sementara Ify sudah berlari begitu saja dan masuk ke dalam mobil. Ify, Shilla dan Via clever remark akhirnya berhenti menggodanya. Sedetik kemudian, ia mulai memikirkan apa yang ia lakukan tanpa sadar itu.

Ia melihat Agni duduk di salah satu meja di restoran yang awalnya ingin ia masuki tadi. Lo tau, gue jadi telat nemuin dosen karena masih harus ngurusin kalian. Batin Ify tak percaya. Ia menggulung lengan baju yang dikenakan gadis itu terlebih dahulu. Ify mulai memberanikan diri bertukar pandang dengannya. Ia diam dan terus melemparkan pandangan ke arah Ferdi. Ia hanya bisa menunduk dan menghembuskan nafas berat. Alvin hanya menggelengkan kepala seraya tetap menyerukan kekehannya. Shilla menaruh BB nya lagi di kasur. Membuat pipi Shilla sedikit merona melihat itu. Hehe, meskipun gue dapat bagian ngenesnya. Apa yang dipikirkan Agni hampir mirip dengan apa yang dipikirkan Ify.

...

Comments: